Gejala Sakit Amandel

Radang amandel adalah infeksi pada tenggorok yang menyebabkan pembengkakan (inflamasi) amandel. Penyebab radang amandel adalah virus dan bakteri. Seringkali merupakan kelanjutan dari pilek. Pilek dapat menyebar dari pasien ke orang lain pada saat ia batuk dan bersin. Cairan infeksi dari hidung dan tenggorok akan menyebar ke orang lain. Selain itu, faktor daya tahan tubuh pasien, lingkungan, dan makanan turut berperan dalam munculnya radang amandel.

Bila radang amandel ini hanya datang 1—2 kali dalam setahun, pada anak berusia 4—9 tahun adalah normal. Setelah terjadi radang amandel, amandel bisa benar-benar sembuh atau bisa juga tidak dapat kembali sehat seperti semula. Penyembuhan yang tidak sempurna akan menyebabkan peradangan ringan pada amandel. Apabila keadaan ini terjadi berulang kali, kuman yang jahat akan bersarang di dalam amandel dan terjadi peradangan menahun. Fungsi pertahanan amandel yang tadinya bagus, akan berkurang bahkan hilang. Inilah salah satu alasan kenapa amandel dengan kondisi tersebut sebaiknya dioperasi atau dibuang.

Alasan lain, bila ukuran amandel sudah terlalu besar dan menutup jalan napas, akan menyebabkan gangguan jalan napas terutama saat tidur yang ditandai dengan mendengkur. Pada kondisi yang parah, napas bisa berhenti saat tidur. Bila kualitas tidur buruk, pasokan oksigen ke otak pun menjadi buruk sehingga anak sering mengantuk.

Tanda-Tanda Radang Amandel

- Terasa kering atau rasa mengganjal di tenggorokan (leher)

- Nyeri saat menelan (menelan ludah, makanan dan minuman) sehingga malas makan

- Nyeri dapat menjalar ke sekitar leher dan telinga

- Demam

- Sakit kepala

- Kadang menggigil

- Lemas

- Nyeri otot

Kadang juga disertai dengan gejala :

- Batuk
- Pilek
- Suara serak
- Mulut berbau
- Mual
- Kadang nyeri perut
- Pembesaran kelenjar getah bening (kelenjar limfe) disekitar leher

Posted in Gejala Amandel | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala dan Tanda-Tanda Radang Amandel

Amandel atau tonsil merupakan kumpulan jaringan limfoid yang terletak pada kerongkongan di belakang kedua ujung lipatan belakang mulut. Tonsil berfungsi mencegah agar infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan cara menahan kuman memasuki tubuh melalui mulut, hidung, dan kerongkongan, oleh karena itu tidak jarang tonsil mengalami peradangan. Peradangan pada tonsil disebut dengan tonsilitis, penyakit ini merupakan salah satu gangguan THT (Telinga Hidung & Tenggorokan). Tonsilitis dapat bersifat akut atau kronis. Bentuk akut yang tidak parah biasanya berlangsung sekitar 4-6 hari, dan umumnya menyerang anak-anak pada usia 5-10 tahun. Sedangkan radang amandel/tonsil yang kronis terjadi secara berulang-ulang dan berlangsung lama.

Radang amandel/tonsil (tonsilitis) disebabkan oleh infeksi bakteri kelompok A streptokokus beta hemolitik, namun dapat juga disebabkan oleh bakteri jenis lain atau oleh infeksi virus.

Jenis-Jenis Radang Amandel

1. Radang Amandel Akut

Pada radang amandel yang akut biasanya dimulai dengan gejala sakit tenggorokan yang ringan hingga menjadi parah, sakit saat menelan makanan, kadang-kadang muntah. Tonsilitis dapat menyebabkan amandel menjadi bengkak, panas, gatal, sakit pada otot dan sendi, nyeri pada seluruh badan, kedinginan, sakit kepala, dan sakit pada telinga. Kelenjar getah bening melemah di dalam daerah submandibuler. Bagian belakang tenggorokan akan terasa mengerut sehingga sukar menelan.

2. Radang Amandel Kronis

Pada tonsilitis kronis dapat mengakibatkan kekambuhan sakit tenggorokan dan keluar nanah pada lekukan tonsil. Serangan terjadi secara berulang-ulang, tonsil kelihatan membesar, merah, dan terjadi abses (berbintik-bintik nanah berwarna putih kekuning-kuningan). Pembesaran tonsil/amandel bisa sangat besar sehingga tonsil kiri dan kanan saling bertemu dan dapat mengganggu jalan pernapasan.

Gejala dan Tanda-Tanda Radang Amandel

- Demam
- Batuk
- Tubuh sakit
- Sakit kepala
- Panas dingin
- Hidung mampet
- Sakit tenggorokan
- Sulit menelan makanan
- Amandel merah dan bengkak
- Putih atau kuning patch pada amandel
- Tender, kaku, atau leher bengkak

Posted in Gejala Amandel | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Amandel

Radang amandel atau dalam bahasa medisnya di sebut tonsilitis merupakan infeksi atau peradangan pada amandel sehingga amandel menjadi bengkak, merah, melunak, dan memiliki bintik-bintik putih pada permukaanya yang kadang-kadang mengakibatkan sakit tenggorokan dan demam. Pembengkakan amandel bisa di sebabkan oleh virus maupun bakteri.

Ada 3 jenis radang amandel, yaitu :

- Radang Amandel Akut
- Radang Amandel Membranosa
- Radang Amandel Kronis

Gejala Radang Amandel

Gejala radang amandel cukup mudah dikenali, yaitu adanya 5 tanda yaitu :

1. Kalor

Adanya peningkatan suhu tubuh (demam) karena tubuh mendeteksi adanya zat asing dalam tubuh

2. Dolor

Rasa sakit pada organ

3. Rubor

Warna organ menjadi kemerahan, gelap atau terang

4. Tumor

Terdapat pembesaran organ

5. Fungsiolasea

Organ tidak dapat berfungsi sesui dengan perannya

Secara sederhana gejala ini dapat meliputi :

- Tenggorokan sakit
- Sulit atau sakit saat menelan
- Sakit kepala
- Demam dan kedinginan
- Pembesaran, pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening) disekitar rahang dan leher.
- Kehilangan suara

Posted in Gejala Amandel | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Amandel Pada Orang Dewasa

Gejala-gejala Amandel :

1. Tenggorokan terasa sakit
2. Sakit saat menelan
3. Sakit pada bagian kepala
4. Demam dan kedinginan
5. Pembesaran, pembengkakan kelenjar (kelenjar getah bening) disekitar rahang dan leher.
6. Kehilangan fungsi suara

Penyebabnya antara lain adalah Bakteri dan virus yang memasuki tubuh melalui hidung atau mulut . Virus dan bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya radang amandel, termasuk virus yang menyebabkan mononucleosis (virus Epstein-Barr) dan bakteri yang menyebabkan terjadinya radang tenggorokan (Streptococcus pyogenes).

Pencegahan sederhana yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Sering cuci tangan adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya berbagai jenis infeksi, termasuk juga tonsilitis.
  • Pencegahan lainnya:  Saat batuk atau bersin sebaiknya gunakan tisu. Jangan menggunakan gelas minum dan peralatan makan untuk bersama-sama. Hindari berada dekat dengan orang yang sedang sakit. Cari tempat penitipan anak yang lebih mengutamakan tentang kesehatan anak dan membiarkan anak yang sedang sakit berada di rumah .

 

Posted in Gejala Amandel | Tagged , , | Leave a comment